Richard St. John: “Success is a continuous journey”

Kenapa begitu banyak orang mencapai sukses dan setelah itu gagal? Salah satu alasan terbesar adalah karena kita berpikir sukses adalah sebuah jalan satu arah. Jadi kita melakukan semua hal yang mengarah kepada keberhasilan. Lalu kita sampai disana. Kita mengira kita telah mencapainya, kita menjadi lupa diri, dan kita berhenti melakukan semua hal yang telah membuat kita berhasil. Dan kemunduran tidak perlu waktu yang lama. Dan saya bisa menceritakan kepada anda bahwa hal ini terjadi. karena hal ini telah terjadi kepada saya.

Untuk mencapai sukses, saya bekerja keras, saya menforsir diri sendiri. Lalu saya berhenti, karena saya berpikir, “Oh, tahukah anda, saya telah sukses. Saya sekarang bisa duduk tenang dan santai.”

Untuk mencapai kesuksesan, saya selalu berusaha lebih baik dan melakukan pekerjaan dengan benar. Tetapi ketika saya berhenti karena saya berpikir, “Hei, saya sudah cukup baik. Saya tidak perlu berusaha untuk lebih baik lagi.”

Untuk mencapai kesuksesan, saya cukup tangkas untuk menghasilkan ide-ide cemerlang. Karena saya melakukan semua hal sederhana yang menghasilkan ide-ide. Tetapi kemudian saya berhenti. Karena saya berpikir saya adalah jagoan dan saya tidak perlu berusaha. Ide-ide baru akan datang dengan sendirinya. dan yang terjadi adalah, hanya sebuah dinding penghalang menuju inspirasi. Saya tidak bisa menghasilkan ide apapun.

Untuk mencapai kesuksesan, saya selalu fokus kepada klien dan projek, dan tidak menghiraukan uang. Lalu uang akan mulai datang dengan sendirinya. Dan saya tergoda oleh uang. Dan tanpa disadari, saya berbicara di telepon dengan makelar saham saya dan agen properti saya. ketika saya seharusnya berbicara dengan klien-klien saya.

Dan untuk mencapai kesuksesan, saya selalu melakukan apa yang saya sukai. Tetapi ketika saya harus melakukan hal-hal yang tidak saya sukai, misalnya manajemen. Saya adalah manajer terparah di seluruh dunia. Tetapi saya berpikir saya memang harus melakukannya. Karena saya, pada akhirnya, adalah pemimpin perusahaan.

Lalu, kabut gelap mulai terbentuk di atas kepala saya dan inilah saya, secara penampilan luar sangat sukses, tetapi didalamnya sangat tertekan. Tetapi saya adalah laki-laki, saya tahu bagaimana mengatasinya. Saya membeli mobil yang cepat. (sambil tertawa) tapi hal ini tidak membantu. Saya menjadi lebih cepat, tetapi tetap merasa lebih tertekan.

Lalu saya mencari dokter. Saya bertanya, “Dok, saya bisa membeli apapun yang saya inginkan. Tetapi saya tidak bahagia. Saya merasa tertekan. Ternyata betul apa yang mereka katakan, dan saya tidak percaya sampai hal itu terjadi kepada saya. Bahwa uang tidak bisa membeli kebahagiaan.” Dokter berkata, “Betul. Tetapi uang bisa membeli Prozac (obat anti depresi).” Dan dia memberi saya obat anti depresi. Dan kabut gelap mulai hilang sedikit. Demikian juga dengan semua pekerjaan saya. Karena saya hanya mengawang-awang. Saya tidak peduli jika klien mencari saya.

Dan klien-klien tidak mencari saya.  Karena mereka melihat saya tidak lagi melayani mereka. Saya hanya melayani diri sendiri. Sehingga mereka mencabut uang dan projek mereka ke pihak lain yang dapat melayani mereka lebih baik.

Yah, tidak butuh waktu banyak untuk bisnis turun tajam. Saya dan partner saya, Thom, harus memecat semua karyawan kita. Dan yang tersisa hanyalah kita berdua, dan kita juga akan tenggelam. Dan kita merasa senang. Karena tanpa karyawan, tak ada orang yang harus saa atur.

Lalu saya kembali melakukan projek-projek yang saya sukai. Saya mendapatkan kesenangan kembali. Saya bekerja lebih keras. Dan untuk mempersingkat cerita: saya melakukan semua hal yang telah membawa saya kembali kepada kesuksesan. Tetapi itu bukanlah sebuah perjalanan singkat. Butuh tujuh tahun.

Tetapi pada akhirnya, bisnis berkembang pesat. Dan ketika saya kembali mengikuti delapan prinsip ini, kabut gelap yang menyelimuti kepala saya hilang serta merta. Dan suatu hari saya bangun dan berkata, “Saya tidak perlu Prozac lagi.” Dan saya buang obat itu dan tidak pernah memakainya lagi sejak saat itu.

Saya belajar bahwa kesuksesan bukanlah sebuah jalan satu arah. Kesuksesan bukanlah seperti ini. Kesuksesan lebih mirip seperti ini. Kesuksesan adalah sebuah perjalanan yang berkesinambungan. Dan jika kita hendak menghindari “sindrom kesuksesan menuju kegagalan.” Kita hanya perlu mengikuti delapan prinsip ini. Karena itu bukan hanya bagaimana kita mencapai kesuksesan, tetapi bagaimana kita memelihara kesuksesan. Dan ini untuk kesuksesan anda. Terima kasih banyak.

Author: Abdul Karim

Integrasi Matematika dan Teknologi merupakan fokus perhatian saya, dalam memberikan kontribusi kepada pendidikan matematika di Indonesi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s