Mengenang Syahidnya Cucu Rasulullah saw

 

 

A. Ansab al Asyraf – Abu Ja’far Ahmad Yahya Baghdadi al-Baladzuri (w.279 H) :
1. Dan dia berkata,”Telah meriwayatkan Umar bin Syabah, dari Hammad bin Salmah, dari Salim Qash, dia berkata, “Kami terkena hujan darah waktu terbunuhnya al-Hussein.”
2. Dia berkata,”telah meriwayatkan kepada kami,”Umar bin Syabah, dari Affan, dari Hammad, dari Hisyam, dari Muhammad bin Sirrin, dia berkata,”Mega merah di ufuk langit tidak pernah terlihat hingga terbunuhnya al-Hussein.”
3. Dia berkata, “Saya menyampaikan riwayat dari Abu Ashim Nabil dari Ibnu Jarikh dari Ibnu Syahab, dia berkata,”Semua batu yang diangkat pada hari terbunuhnya al-Hussein di bawahnya mengalir darah.”
B.Tarikh al-Ya’qubi, Ahmad bin Ishaq Ya’qubi (w.284 H)
4. Dia berkata,” … tangisan pertama yang terdengar di Madinah adalah tangisan Ummu Salamah, istri Rasulullah saw yang menyimpan botol yang berisi tanah. Rasulullah bersabda kepadanya,”Jibril memberitahuku bahwa umatku akan membunuh al-Husssein dan dia memberikan tanah ini.” Beliau berkata lagi kepadanya,”Jika tanah ini menjadi darah, maka ketahuilah bahwa al-Hussein sudah terbunuh. Tanah itu bersama dengan dirinya. Ketika waktu terbunuhnya Imam Hussein tiba, dia mulai memandangi botol itu setiap saat. Ketika dia melihat tanah itu sudah berubah menjadi darah, dia menjerit,”Wahai Hussein! Wahai putra Rasulullah.” Para perempuan turut berteriak dari semua arah, hingga kota Madinah bergetar karena suara itu yang belum pernah terdengar sebelumnya.
C. Al-Mu’jam al-Kabir, Hafizh Abul Qasim Sulaiman bin Ahmad Thabrani (w.360 H)
5. Thabrani, dengan sanadnya, meriwayatkan dari Ahmad bin Hanbal, dari Ubbad bin Ziyad Asadi, dari Amr bin Tsabit, dari A’masyi, dari Abu Wa’il, saudara kandung Ibnu Salamah, dari Ummu Salamah, dia berkata,”Ketika Imam Hasan dan Husain tengah bermain dengan Nabi saw di rumahku, Jibril turun. Jibril berkata,”Wahai Muhammad, sungguh umatmu akan membunuh anakmu ini setelah Anda tiada.” Jibril menunjuk kepada al-Hussain. Lantas Rasulullah saw menangis dan memukul dadanya. Setelah itu, kemudian Rasulullah bersabda,”Simpan baik-baik tanah ini oleh Anda”. Rasulullah saw mencium tanah itu dan berkata,”Kecelakaan [karb] dan bala [bala].” Ummu Salamah berkata,”Rasulullah saw bersabda,”Wahai Ummu Salamah, jika tanah ini berubah menjadi darah, ketahuilah bahwa anakku sudah terbunuh.””. Perawi berkata,”Ummu Salamah menyimpannya di dalam sebuah botol. Setiap hari dia selalu melihatnya. Dia berkata,”Hari saat engkau berubah menjadi darah adalah hari yang agung.””
6. Dari Thabrani dengan sanadnya dari Isbath bin Muhammad, dari Abu Bakar Hadzli, dari Zuhri, dia berkata,”Ketika Hussain bin Ali terbunuh, setiap batu di di Baitul Maqdis di bawahnya mengalir darah.”

Author: Abdul Karim

Integrasi Matematika dan Teknologi merupakan fokus perhatian saya, dalam memberikan kontribusi kepada pendidikan matematika di Indonesi